Pria AS dinyatakan mati walau masih hidup

Pria AS dinyatakan mati walau masih hidup - Seorang pria di Amerika Serikat yang sebelumnya dinyatakan mati karena menghilang hampir 30 tahun, tidak bisa dinyatakan hidup kembali, walau dia telah kembali ke rumah dalam keadaan sehat.

Donald Miller yang berasal dari Ohio meninggalkan istri, dua anaknya, dan utang-utangnya dalam jumlah besar ketika dia lari dari rumah pada 1986.

Dia secara hukum dinyatakan meninggal pada 1994, tetapi akhirnya kembali ke rumah pada 2005 lalu.

Masalah datang ketika dia mencoba untuk mendapatkan surat izin mengemudi.

Hakim di persidangan pada pekan ini menemukan bahwa pernyataan meninggal tidak bisa dibatalkan setelah tiga tahun.

Hakim Allan Davis membacakan putusan ini di Hancock County, Ohio dan menyebutnya sebagai "kasus yang sangat aneh", demikian media lokal memberitakan.

"Kita harus memperjelas. Seorang pria duduk di persidangan, tampak memiliki tubuh yang sehat, katanya.

Hakim ini cukup bingung karena dirinya dicegah oleh hukum negara untuk menyatakan bahwa secara hukum Miller masih hidup.

"Saya tidak tahu bagaimana jadinya, tetapi secara hukum Anda masih dinyatakan meninggal."

Miller, 61, mengatakan dia lari dari rumah pada 1986 setelah dia kehilangan pekerjaan. Dia meninggalkan istrinya Robin dan dua anak.

Karena Miller dinyatakan meninggal, istrinya yang kemudian menjanda diberikan bantuan dari dinas sosial untuk menghidupi anak-anaknya.



Dan kemudian, ketika Miller pulang ke rumah -tetapi secara legal masih dinyatakan mati-, istrinya tidak harus mengembalikan dana sosial itu ke pemerintah.

Pengacara sang istri mengatakan kliennya puas dengan keputusan pada Kamis (10/10) kemarin.

[ source ]

PSSI Masih Tak Akui Status Profesional Evan Dimas

PSSI Masih Tak Akui Status Profesional Evan Dimas - JAKARTA — Permohonan alih status Evan Dimas dari pemain amatir ke profesional ditolak PSSI dengan alasan klub asalnya tidak diakui sebagai anggota PSSI. Sementara Andik Vermansyah yang berasal dari klub yang sama, Persebaya 1927, juga mungkin terancam tidak mendapat international transfer certificate (ITC) dari PSSI.

Nama Evan Dimas membubung setelah berhasil memimpin rekan-rekannya di timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 September silam. Sabtu malam lalu, Evan juga mencetak tiga gol saat Garuda Muda menundukkan Korea Selatan 3-2 dalam laga Grup G Piala Asia U-19 di Jakarta. Adapun Andik menjadi buah bibir karena sedang menjalani uji coba untuk dapat berlaga di klub Liga Jepang, Ventforut Kofu.

Sekretaris PT Liga yang juga menjabat Deputi Bidang Organisasi PSSI Tigor Shalom Boboy mengatakan, sebenarnya Evan Dimas masih dimungkinkan mendapat status resmi sebagai pemain profesional. Syaratnya, dia mau bergabung dengan klub lain di luar Persebaya 1927.

Persebaya 1927 adalah klub yang berlaga di kompetisi Liga Primer Indonesia (IPL). Dalam konsep penyatuan liga, Maret silam, PSSI menjabarkan empat tahap, dimulai dari menyusun regulasi, verifikasi klub (November-Desember), finalisasi jumlah klub peserta kompetisi pada Desember, dan peluncuran kompetisi baru pada Januari 2014.

Untuk kompetisi profesional paling elite akan terdiri atas 22 klub, gabungan dari 18 klub Liga Super Indonesia (ISL) dan 4 klub IPL, ditentukan dari hasil kompetisi musim ini. Namun, untuk klub IPL yang punya ”kembaran” di ISL dan masuk empat besar, klub IPL itu (ada tambahan istilah dan bukan anggota PSSI) akan dicoret dan digantikan klub di bawahnya yang tidak bermasalah.

"Permasalahannya adalah klub tempatnya (Evan) bernaung itu statusnya tidak diakui PSSI sebagai federasi sepak bola Indonesia. Status Evan Dimas menjadi pemain profesional bisa diakui federasi kalau ia terdaftar sebagai pemain di klub profesional yang diakui PSSI. Intinya, kami tidak pernah mempersulit pemain," tutur Tigor.

Menyangkut Andik, Tigor mengatakan, PSSI juga tidak akan mempersulit pemain tersebut jika nantinya dia jadi bermain di Ventforut Kofu. PSSI akan tetap mengeluarkan ITC Andik untuk Federasi Sepak Bola Jepang.

"Namun, di ITC itu, keterangan asal klub Andik bukan Persebaya 1927, melainkan Persebaya yang musim depan akan bermain di ISL," ujarnya.

Hal itu dimungkinkan karena sebelum terjadi dualisme liga dan kepengurusan federasi sepak bola Indonesia, Andik bermain di klub Persebaya yang saat itu diakui PSSI.

Sekretaris Jenderal PPSI Joko Driyono menambahkan, permintaan ITC dan alih status merupakan hak pemain. PSSI tidak pernah berpikir untuk menghambat karier pemain.



Joko menjelaskan, alih status dimungkinkan jika si atlet bermain untuk klub yang diakui oleh PSSI. Adapun kasus Andik, PSSI tetap akan menerbitkan ITC karena Andik telah terdaftar sebagai pemain profesional sebelum Kongres PSSI Maret. (K10) Apalah arti status, bagi kami evan dimas cs adalah pahlawan sepak bola tanah air. - KOMPAS.com

Apalah arti status, bagi kami evan dimas cs adalah pahlawan sepak bola tanah air.

[ source ]