Asteroid Bisa Membahayakan Juga Bisa Jadi Tambang Logam

Asteroid Bisa Membahayakan Juga Bisa Jadi Tambang Logam
 Asteroid akan menjelaskan asal usul tata surya
"Material dalam asteroid merepresentasikan bahan-bahan penyusun planet," kata wakil kepala penyidik dalam misi Dawn NASA, Carol Raymond.

Posisi sabuk asteroid terletak di antara planet-planet dan gas raksasa di luar tata surya, sampel asteroid mungkin memberi petunjuk mengapa planet-planet yang ada memiliki ciri dan sifat yang beragam.


Contohnya, meski asteroid Vesta dan planet kerdil Ceres diperkirakan terbentuk dalam waktu bersamaan -- antara 10 juta tahun pertama eksistensi tata surya -- keduanya memiliki komposisi yang berbeda. Vesta, di beberapa titik pernah meleleh dan kemudian mengeras kembali. Sedangkan Ceres tak pernah mencair.

Vesta kemungkinan mengalami tubrukan berkali-kali atau mengalami peluruhan radioaktif. Dengan mempelajari asteroid, ilmuwan berharap bisa memecahkan misteri pembentukan tata surya.

 Membantu kita makin memahami asal-usul kehidupan
Para ilmuwan belum memahami sepenuhnya bagaimana bentuk kehidupan pertama muncul di muka bumi dari benda organik yang tak hidup. Asteroid diharapkan menjawab teka-teki itu.

Asteroid, seperti 2 Pallas dan 10 Hygiea -- yang diyakini pernah memiliki kandungan air diperkirakan memiliki senyawa organik (berbasis karbon). Saat ini, asteroid-asteroid itu memiliki komposisi yang lebih primitif dari Bumi --  mereka lebih mirip kondisi yang ada di tahun-tahun awal tata surya.

Dengan mempelajari asteroid, kita dapat belajar tentang bagaimana kehidupan muncul di planet kita sendiri. Ada asteroid yang kondusif untuk kehidupan di masa lalu.

Juga, para ilmuwan berpendapat asteroid yang mendarat di Bumi di masa lalu memiliki kontribusi pembentukan kehidupan di Bumi.

 Kita mungkin bisa menambang logam di asteroid 
Asteroid bisa jadi sumber logam berharga, namun, untuk memastikan ada material yang bisa ditambang, kita harus mengetahui komposisi asteroid dan aspek teknik dari perjalanan ke asteroid.

Selain alasan ekonomis, tambang, asteroid juga menarik untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Sebab, dengan membandingkan asteroid dengan planet-planet, kita seakan mengambil irisan tata surya di waktu-waktu yang berbeda selama masa pembentukannya.

 Asteroid bisa mengancam Bumi 
Beberapa asteroid mengorbit di sekitar matahari dalam lintasan berbentuk oval memanjang -- asteroid bisa melewati orbit Bumi berkali-kali.

Kadang asteroid sangat dekat dengan Bumi. Misalnya pada januari 2010, asteroid 2010 AL30 -- yang lebarnya 11 meter -- melintas hanya dalam jarak 80.000 mil atau 130 ribu kilometer dari Bumi.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah Asteroid Aphopis yang diperkirakan sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2036. Meski NASA memprediksikan Aphopis masih dalam jarak aman, 18.300 kilometer di atas permukaan bumi, ukuran asteroid itu dua kali lapangan sepakbola.

Meski kemungkinan kecil membuat kerusakan global ala film-film Hollywood, asteroid ini dikhawatirkan akan menimbulkan bencana regional di Bumi.

 Kita bisa menjelajahi asteroid 
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengumumkan visi penjelajahan luar angkasa Amerika Serikat, mengunjungi asteroid pada 2025.

Sementara, astrofisikawan sekaligus mantan astronot, John Grunsfeld mengatakan, tujuan dari proyek itu kemungkinan adalah mengirim manusia ke asteroid untuk memindahkan asteroid atau membelokkan arah geraknya.

Jika bisa dilakukan, itu adalah prestasi, menunjukkan kecerdasan yang dimiliki manusia bisa menghindarkan malapetaka bagi Bumi.

"Dengan pergi ke asteroid terdekat dengan Bumi, atau bahkan mengendalikan arah geraknya, kita akan menunjukkan bahwa manusia bisa berbuat banyak daripada dinosaurus 65 juta tahun yang lalu," kata Grunsfeld.

Seperti diketahui, spesies dinosaurus musnah, diduga kuat akibat tumbukan satu atau lebih asteroid.

Sumber: Space.com

Divine Kretek Asap Rokok yang Bisa Jadi Obat


Siapa bilang asap rokok selalu berdampat negatif terhadap kesehatan perokok maupun orang di sekitarnya? Pemahaman ini terbantahkan dari hasil penelitian yang dilakukan Kelompok Studi Nano Sain dari Universitas Brawijaya Malang. Bahkan dengan asap rokok, kualitas hidup penderita penyakit degeneratif bisa diperbaiki.

Guru Besar Ilmu Biologi Sel Universitas Brawijaya Malang, Prof Sutiman B. Sumitro, mengatakan, beberapa riset dan praktik pembaluran dengan menggunakan asap rokok bernama Divine Kretek hasil penelitian Unibraw, telah berhasil membantu memperbaiki kualitas hidup penderita berbagai penyakit degeneratif. "Seperti kanker, stroke, altsheimer, gagal ginjal, hepatitis, spasmophile, myastemia, autism, cerebal palsy, dan down syndrom," kata Sutiman kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/2).

Bersama ahli kimia-fisika alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr.Gretta Zahar, Sutiman melakukan penelitian tentang Divine Kretek sejak tahun 2005. Divine Kretek merupakan hasil pendekatan berfikir Nano Sain yang membangun konsep hubungan berbagai penyakit ini dengan kadar logam Hg+metal (logam merkuri) di dalam tubuh. Sutiman menjelaskan, dari hasil penelitian yang dilakukannya, Kelompok Nano Sain yang beranggotakan beberapa peneliti dari bidang kedokteran, kimia dan fisika ini menciptakan Divine Kretek yang berfungsi sebagai pengendali bahaya radikal bebas dan logam merkuri dalam darah.

"Team kami dapat mentrasformasikan rokok beracun menjadi rokok berasap sehat, tidak berbau dan ramah lingkungan melalui Divine Kretek. Serangkaian uji coba terhadap kelompok hewan serta relawan perokok telah dilakukan. Asap ini diduga kuat mempercepat proses detoksifikasi karena mampu memperkecil racun tubuh pada skala nano (sepersemiliar meter). Dalam bentuk nano, racun dapat keluar dari jaringan tubuh dan kulit tanpa merusak sehingga tidak meninggalkan bekas luka," katanya.

Sutiman menambahkan, pada prinsipnya asap rokok itu berbahaya bila kandungan kimia seperti penantrin, nikotin, dan merkuri berbentuk partikel bebas. Namun bila kandungan kimia itu tetap berbentuk senyawa dan berkelompok membentuk polimer, maka asap rokok tidak berbahaya. "Jadi sesunguhnya asap rokok mengandung komponen berbahaya, tapi bila berkelompok maka akan saling menetralkan," katanya.

Sedangkan pengelola "Rumah Sehat" dr Saraswati Subagjo MPsi mengatakan, dengan Devine Kretek penderita kanker dapat disembuhkan. Alasannya, proses detoxifikasi pembaluran kulit dengan menggunakan berbagai bahan peluruh radikal bebas yang dikombinasikan dengan asap rokok Devine Kretek yang berbentuk filter dan cair itu dapat mengangkat merkuri dan logam berbahaya lainnya dari dalam tubuh.

Rumah Sehat dan Kelompok Studi Nano Sain yang berinduk pada Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas (LPPRB) mengembangkan proses detoxifikasi yang dapat mengangkat racun logam berbahaya, seperti merkuri atau air raksa dari tubuh pasien. Dari porses pembaluran ini, kanker dan beberapa penyakit lain dapat diobati karena pada prinsipnya tubuh memiliki kemampuan melakukan self regeneration maupun self reparation.

Sumber: JPNN.com