5 Hewan Langka di Dunia

1. Babi Laut

Scotoplanes atau yang lebih dikenal sebagai babi laut, adalah genus dari holothurian laut dalam (teripang). Makhluk laut ini seperti persilangan antara babi dan siput. Jika diperhatikan makhluk ini kelihatan lucu, ia seperti memiliki jari-jari manusia yang tumbuh keluar dari mulutnya. blogger.com


2. Solenodon


Solenodon adalah hewan mamlia yang beraktifitas pada malam hari, menggali, dan pemakan serangga. Hanya ada satu genus Solenodon yang dikenal, meskipun ada beberapa spesies lain yang muncul pada satu waktu dan sekarang dianggap sebagai sinonim dari pendahulunya. blogger.com


3. Ikan Vampir


Ikan Vampir adalah, hewan laut jenis cephalopoda yang ditemukan di lautan beriklim sedang dan tropis. Dengan mengerahkan filamen panjangnya, ikan Vampir dapat hanyut bersama arus di kegelapan laut. 

Jika filamennya tersenggol sesuatu, atau tergetar, hewan ini meresponya dengan gerakan akrobatik yang sangat cepat. Mereka mampu berenang dengan kecepatan setara dengan dua kali panjang tubuh per detik, dengan waktu percepatan lima detik. Namun, otot yang lemah membatasi stamina mereka.blogger.com


4. Ikan Matahari atau Mola-mola

Ikan matahari atau Mola-mola adalah ikan dengan tulang terberat di dunia. Ikan dewasa memiliki berat rata-rata 1.000 kg. Ikan matahari hidup dalam diet yang sebagian besar makanannya hanya terdiri dari ubur-ubur, tetapi karena diet ini sangat minim nutrisi, sementara mereka mengkonsumsinya dalam jumlah besar, ini membuat tubuh mereka tumbuh besar.blogger.com

Betina dari spesies ini dapat memproduksi telur lebih banyak dari vertebrata manapun yang dikenal. Sunfish goreng buntal mirip miniatur, dengan sirip dada besar, sirip ekor dan duri seperti biasanya dari tubuh mola-mola dewasa.


5. Tasmanian Devil


Tasmanian devil adalah hewan karnivora yang hidup di alam liar dan hanya ditemukan di pulau Tasmania Australia. Karena mereka dianggap sebagai ancaman terhadap ternak di Tasmania, mereka sering menjadi sasaran perburuan, hingga tahun 1941 hewan ini resmi dilindungi.blogger.com

Sejak akhir 1990-an, penyakit tumor wajah telah mengurangi populasi Tasmanian devil secara signifikan dan sekarang mengancam kelangsungan hidup spesies ini, dan sejak Mei 2009 Tasmanian devil dinyatakan terancam punah.blogger.com


6. Salamander Raksasa


Salamander Raksasa Cina (Andrias davidianus) adalah salamander terbesar di dunia yang panjangnya dapat mencapai hingga 165 cm dan merupakan spesies asli dari Cina.

Salamander ini memiliki kepala besar, mata kecil dan kulit yang gelap dan berkerut-kerut. Spesies ini hidup di aliran air dingin di pegunungan dan suka hidup di gua. Ia menyangga hidupnya dengan memakan serangga, kodok dan ikan. Fungsi mata pada salamander raksasa ini tidak terlalu baik, sehingga ia bergantung pada nodus sensoris atau sensor khusus yang terletak pada dahinya untuk mendeteksi setiap pergerakan yang ada.


7. Aardvark


Aardvark adalah mamalia nokturnal asli Afrika. mereka hanya makan semut dan rayap

Ternyata Hewan Qurban Tidak Merasa Sakit Ketika Di Sembelih

Ternyata Hewan Qurban Tidak Merasa Sakit Ketika Di Sembelih - Karena besok kita idul Adha Ane akan membahas tentang Hewan Qurban Tidak Merasa Sakit Ketika di Sembelih.

Ane tertarik dengan pembahasan ini karena mungkin semua banyak yang menduga kalau binatang qurban kesakitan saat disembelih. Padahal tidak sama sekali. Beberapa ilmuwan Barat membuktikannya.

Benarkan para binatang yang disembelih itu merasakan sakit??

Logikanya, kulit kita saja sakit ketika tergores, apalagi disembelih.

Ternyata sebuah penelitian menunjukan jawaban yang mengejutkan bahwa binatang yang disembelih secara syariat islam tidak merasakan sakit sama sekali.

Penelitian ini dilakukan oleh dua orang staff peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman, yaitu Prof Wilhelm schulze dan koleganya Dr. Hazim , keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur unk menjawab pertanyaan :

Manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit ??

1. Menyembelih secara syariat islam yang murni/menggunakan pisau tajam (tanpa proses pemingsanan)??

2. Menyembelih dengan cara barat dengan pemingsanan/dipukul kepalanya??

Keduanya merancang penelitian sangat canggih, menggunakan sekelompok sapi yang cukup umur (dewasa).

Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elekroda (microchip) yang disebut Electro Encephalograph (EEG). EEG dipasang dipermukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit ketika disembelih.

Dijantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG dan ECG yang telah terpasang ditubuhnya selama beberapa minggu, setelah adaptasi dianggap cukup maka separuh sapi disembelih sesuai syariat islam yang murni, dan sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi barat.

Dalam syariat islam penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong 3 saluran pada leher, yaitu : saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri karotis & vena jugularis

Syariat islam tidak merekomendasikan metode pemingsanan sebaliknya metode barat justru mengajarkan bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Dari hasil penelitian prof Schultz & Dr Hazim di Hannover University Jerman dpt diperoleh kesimpulan bahwa :

Penyembelihan menurut syariat islam/menggunakan pisau tajam menunjukan :

Pertama : Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus) tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG, hal ini berarti pada 3 detik pertama setelah disembelih tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua : pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yg sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak), hingga sapi2 itu benar-benar kehilangan kesadaran
Pada saat tersebut tercatat pula ECG bahwa jantung mulai meningkatkan aktivitasnya.

Ketiga : Setelah 6 detik pertama ECG pada jantung merekam adanya aktifitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar.

Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yg terputus dibagian leher, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampe zero level (angka nol)
Hal ini diterjemah oleh kedua ahli itu bahwa "No Feeling of pain at all!" (tidak ada rasa sakit sama sekali)

Keempat : Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan "healthy meat" (daging yg sehat)

Jenis daging dari hasil sembelih semacam ini sangat sesuai prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Secara Pemingsanan/Dibius/disetrum/dipukul kepalanya cara Barat :

Pertama : Setelah dilakukan proses Stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh & collaps (roboh), setelah itu sapi tidak bergerak lagi, sehingga mudah dikendalikan, Oleh karena itu sapi dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta dan tampaknya tanpa mengalami rasa sakit. Pada saat disembelih darah yang keluar hanya sedikit tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan)

Kedua : Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG.. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan)

Media pemingsanan yg digunakan :
Setrum, bius, maupun dengan cara yang mereka anggap paling baik memukul bagian tertentu di kepala ternak dengan alat tertentu pula. Alat yang digunakan adalah Captive Bolt Pistol (CBV)

Ketiga : grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop kebatas paling bawah, akibatnya jantung kehilangan kemampuan untuk menarik darah dari seluruh organ tubuh serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat : Karena darah tidak tertarik & tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itupun membeku di dalam urat/pembuluh darah dalam daging sehingga dihasilkan "unhealthy meat" (daging yang tidak sehat) dengan demikian menjadi tidak layak dikonsumsi oleh manusia.

Timbunan darah beku yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih merupakan tempat atau media sangat baik bagi tumbuh kembangnya bakteri pembusuk yg dapat merusak kwalitas daging.

Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukannya ekspresi rasa sakit. Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya. Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakian kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka pastilah disertai rasa sakit & nyeri, terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar.

Hasil penelitian Prof Schultz dan Dr Hazim justru membuktikan sebaliknya. Yakni pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah "menyentuh" saraf rasa sakit.

Oleh karena itu, keduanya menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekpresi rasa sakit, melainkan sebagai ekpresi keterkejutan otot dan saraf saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras), mengapa demikian ?? hal ini tentulah tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena EEG tidak membuktikan, juga tidak menunjukan adanya rasa sakit.

Nah, jelas bukan, bahwa secara ilmiah ternyata penyembelihan secara syariat Islam ternyata lebih maslahat. Apalagi ditambah dengan anjuran untuk menajamkan pisau untuk mengurangi rasa sakit hewan sembelihan.

Sabda Nabi "Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan (kebaikan) pada segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh hendaklah kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelih."



Sekian uraian ini apabila ada kesalahan dalam penyampaian mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya.

Semoga kita semua dapat sama-sama mengambil hikmah dan manfaatnya dari bacaan ini, amin...

[ source ]