8 Makanan Penyebab Bau Badan

Deodoran menjadi produk perawatan tubuh yang pasti tak terlewatkan. Terutama di kalangan wanita, produk ini laris manis di pasaran. Produk yang didesain sebagai penghilang bau ketiak ini bahkan dijadikan sebagai alat penumbuh kepercayaan diri. Tapi beberapa ahli berpendapat bahwa gen pada penggunaan deodoran yang berlebihan dan komposisi biologis tubuh justru menjadi penyebab utama bau badan.

8 Makanan Penyebab Bau Badan

Selain itu, pemasalahan bau badan ternyata juga dapat disebabkan oleh kesalahan konsumisi makanan. Seperti dilansir Times of India, berikut beberapa makanan yang bisa memunculkan keringat berlebih dan aroma tak sedap.

1. Gorengan

Lemak dan minyak yang ada dalam makanan yang digoreng dan berlemak menjadi tengik dengan berjalannya waktu, dan bisa mengarah pada pencernaan yang buruk. Hal ini juga menyebabkan bau badan yang buruk.

2. Rempah-rempah
Rempah-rempah dengan aroma kuat ketika dicerna umumnya akan menghasilkan gas sulfur yang diserap oleh darah dan dieliminasi melalui paru-paru dan pori-pori kulit. Hal ini menyebabkan bau mulut dan bau badan. Contoh makanan tersebut adalah bawang putih, bawang merah, dan kari.

3. Makanan pedas
Terlalu sering menyantap makanan pedas memicu asupan sulfur berlebihan dalam tubuh yang akan dibuang melalui pori-pori kulit dan nafas. Tak hanya cabai, rasa pedas yang datang dari bawang juga mampu menyebabkan masalah bau badan.

4. Daging merah
Mengonsumsi daging merah berarti mengharuskan sistem pencernaan mencerna lebih lama. Saat itu juga perspirasi dan keringat akan diproduksi lebih.

5. Makanan cepat saji
Tingginya lemak yang terkandung di dalam makanan cepat saji merupakan pencetus masalah keringat berlebih dan bau badan. Tak hanya itu, minyak, gula, tepung, dan garam yang dikonsumsi berlebihan pun dapat menyebabkan masalah bau badan.

6. Produk susu
Makanan yang terbuat dari susu seperti keju, mentega, dan cokelat sebaiknya dibatasi konsumsinya. Produk tinggi protein tersebut membuat lambung membutuhkan waktu yang lama untuk mencerna.

7. Tembakau
Asap rokok yang bercampur dengan unsur-unsur lain dan keluar melalui kelenjar keringat akan menimbulkan bau tak sedap yang khas. Bahkan setelah berhenti merokok, bau ini akan tetap tinggal di badan Anda dalam waktu berminggu-minggu.

8. Trimetilamina
Beberapa orang memiliki kelainan genetik yang dikenal sebagai trimethylaminuria. Dalam kondisi ini, tubuh tidak mampu untuk memecah asam amino, trimetilamin, yang lagi-lagi menghasilkan bau badan amis. Ada banyak makanan yang mengandung asam amino, seperti seafood, minyak ikan, telur, hati, susu sapi, kacang-kacangan, produk kedelai, brokoli.

Untuk mencegah bau badan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan diantaranya, minum air putih yang banyak, konsumsi makanan yang mengandung serat, dan buah-buahan yang rendah kolin (apel, stroberi, jeruk, anggur, tomat, nanas, pisang dan semangka).

Jika anda bisa mengubah pola diet Anda, tidak perlu lagi khawatir dengan bau badan yang selama ini mengintai Anda. Selain itu, Anda juga tidak perlu lagi mengeluarkan banyak uang untuk membeli deodoran.

8 Tanda Pria Playboy


Tidak ada wanita yang ingin memiliki kekasih playboy. Tapi masih banyak yang tidak menyadari kalau dia sedang memacari pria playboy. Sebelum terlanjur cinta, kenali dulu karakternya. Bisa jadi, pria yang dekat dengan Anda sekarang juga termasuk tipe player.

Selengkapnya »

Samsung Galaxy Tab Terbaru Galaxy Tab 8 9 dan Galaxy Tab 10 1

Selang sembilan bulan sejak Galaxy Tab generasi pertama diluncurkan, Samsung hari ini memperkenalkan anggota baru Galaxy Tab. Tidak hanya satu, vendor asal Korea Selatan ini langsung menghadirkan seri Galaxy Tab sekaligus, yaitu Samsung Galaxy Tab 8.9 dan Samsung Galaxy Tab 10.1.

Jika Anda sedang menimbang-nimbang untuk membeli tablet Samsung, ada baiknya mengintip keunggulan dua produk baru ini. Apa yang membedakan satu generasi dengan generasi lainnya adalah ukuran layar.

Jika Samsung Galaxy Tab generasi pertama muncul dengan layar 7 inci, generasi kedua dan ketiga masing-masing dengan layar 8,9 inci dan 10,1 inci. Keunggulan lainnya, kedua seri terbaru ini memakai sistem operasi Android khusus tablet, Android 3.0 (Honeycomb), dan tampilan antarmuka TouchWiz 4.0.

Samsung Galaxy Tab 8.9 yang memiliki layar 8,9 inci beresolusi WXGA. Ia berdimensi 23 x 15,7 x 0,8 cm dengan berat 470 gram. Kapasitasnya baterainya lumayan besar, 6000 mAh. Fitur lainnya kurang lebih sama seperti "saudara" besarnya.

Samsung Galaxy 10.1 yang sempat melewati tahap revisi produk hadir dengan dimensi 25,6 x 17,2 x 0,8 cm. Sebelum direvisi, ketebalannya mencapai 1 cm. Kini, baik Galaxy Tab 8.9 maupun Galaxy Tab 10.1 keduanya lebih tipis ketimbang iPad 2.



Apalagi kelebihan yang dipunyai kedua produk baru ini?

Galaxy Tab 10.1 menggunakan layar PLS, yang diklaim Samsung menawarkan kualits gambar lebih tajam dibandingkan layar IPS yang kerap ditemukan di produk tablet lainnya. Baterainya sedikit lebih tahan lama dengan kapasitas 6800 mAh.

Menilik jeroannya, Samsung tidak mau main-main. Keduanya dipersenjatai CPU dual-core 1GHz. Di sisi software, Anda akan menemukan sejumlah modifikasi pada TouchWiz 4.0. Tak seperti iPad 1, di sini pengguna tidak perlu khawatir dengan dukungan Flash, karena Samsung telah memodalinya dengan Flash Player 10.2 lengkap dengan aplikasi Quickoffice HD untuk mengedit dokumen.

Sementara sisi multimedia, Galaxy Tab 8.9 dan Galaxy Tab 10.1 kurang lebih serupa. Kedua tablet memakai kamera 3MP sebagai kamera utama lengkap dengan fitur autofocus dan perekam video 720p. Dan, kamera 2MP di bagian depan sebagai kamera sekunder untuk keperluan video call.

Samsung Galaxy Tab 10.1 mulai tersedia 8 Juni mendatang. Kemungkinan ia dibanderol dengan harga US$499 (versi 16GB) atau US$599 (32GB). Akan ada versi 64GB, tetapi Samsung belum bersedia mengumumkan harganya.

Sementara Samsung Galaxy Tab 8.9 akan dipatok di kisaran US$469 (16GB) atau US$569 (32GB). Harga-harga ini hanya berlaku untuk Galaxy Tab terbaru berbasis koneksi Wi-Fi. Tak lama lagi, Samsung juga akan mengumumkan versi mobile Internet, yakni berbasis jaringan quad band 3G HSPA+ 21 Mbps. Tunggu saja tanggal mainnya.

Berikut ini kilasan fitur dan spesifikasi Samsung Galaxy Tab 10.1 dan Samsung Galaxy Tab 8.9, dikutip dari GSM Arena:

                             
                                         Samsung Galaxy Tab 10.1                    Samsung Galaxy Tab 8.9


Dimensi dan berat25,6 x 17,2 x 0,8 cm
595 gram
23 x 15,7 x 0,8 cm
470 gram
Layar10,1 inci, TFT capacitive touchscreen, 16M colors8,9 inci, TFT capacitive touchscreen, 16M colors
Resolusi800 x 1280 piksel800 x 1280 piksel
OSAndroid 3.0 (Honeycomb)Android 3.0 (Honeycomb)
Prosesor1 GHz dual-core processor1 GHz dual-core processor
Memori16/32/64 GB16/32/64 GB
KonektivitasWi-Fi 802.11 a/b/g/n
Bluetooth 2.1 dengan A2DP, EDR
Wi-Fi 802.11 a/b/g/n
Bluetooth 3.0 dengan A2DP
TeleponTidak adaTidak ada
GPSAda, A-GPSAda, A-GPS
Kamera belakang3.15 MP3.15 MP
Kamera depan2 MP2 MP
Flash videoAdobe Flash 10.2Adobe Flash 10.2
Fitur-fitur lain- SNS (social network service) integration, include Facebook, Twitter, MySpace
- Digital compass
- TV-out
- MP4/DivX/Xvid/H.264/H.263 player
- MP3/WAV/eAAC+/OGG player
- Organizer
- Image/video editor
- Quickoffice HD editor/viewer
- Google Search, Maps, Gmail,
YouTube, Calendar, Google Talk, Picasa integration
- Voice memo
- Predictive text input
- SNS (social network service) integration, include Facebook, Twitter, MySpace
- Digital compass
- TV-out
- MP4/DivX/Xvid/H.264/H.263 player
- MP3/WAV/eAAC+/OGG player
- Organizer
- Image/video editor
- Quickoffice HD editor/viewer
- Google Search, Maps, Gmail,
YouTube, Calendar, Google Talk, Picasa integration
- Voice memo
- Predictive text input
Kios aplikasiAndroid MarketAndroid Market
HargaUS$499, setara Rp4,3 juta (16GB)
US$599, setara Rp5,2 juta (23GB)
US$469, setara Rp4 juta (16GB)
US$569, setara Rp4,9 juta (32GB)
 

8 Tips Mudah Memasak Gorengan Bebas Minyak

Jenis makanan gorengan umumnya memang berminyak. Karena dasarnya memang digoreng menggunakan minyak. Namun, setidaknya dengan delapan tips berikut gorengan yang Anda masak akan bebas dari minyak.

Makanan dengan minyak berlebih, selain mengurangi rasa kelezetan gorengan juga tidak bagus bagi kesehatan. Maka dari itu, berbagai cara pun dilakukan agar bisa mengurangi banyaknya minyak yang menempel di gorengan. Sayangnya, tidak semua tahu cara yang benarnya seperti apa.

Dikutip dari tabloidbintang.com yang dilansir berdasarkan pedoman dari Cooking Light, setidaknya ada delapan cara yang bisa dilakukan agar gorengan yang dimasak bebas minyak. Apa saja tipsnya? berikut delapan diantaranya.

1. Jaga kebersihan minyak

Bukan berarti setiap kali menggoreng Anda harus langsung membuang minyak yang telah dipakai. Masih boleh dipakai kok beberapa kali lagi, asalkan Anda rajin membuang kotoran yang sudah menumpuk di dasar penggorengan dengan menggunakan sendok berlubang. Sisa gorengan yang terbakar berkali-kali akan mencemari makanan sekaligus merusak rasa.

2. Buat adonan pelapis yang baik

Siapa tidak menyukai kulit gorengan? Rasanya lezat dan juga renyah. Tapi, perlu diketahui, bahwa kulit gorengan yang dibuat dari tepung terigu (gluten) adalah bagian yang paling banyak menyerap minyak. Pilihan terbaik adalah menggunakan tepung gluten-free seperti terdapat pada tepung jagung dan tepung beras. Atau Anda bisa membuat adonan yang dicampur dengan air berkarbonasi. Gelembung gas yang dihasilkan dapat menghambat penyerapan minyak.

3. Gunakan prinsip berimbang

Gorengan yang Anda buat boleh saja berminyak. Tapi, dengan memadukannya dengan makanan sehat seperti salad, maka gorengan tidak akan "terlalu berminyak" atau lebih sehat.

4. Pilih minyak yang bersahabat dengan jantung dan memiliki titik asap tinggi

Lihat catatan pada kotak nutrisi pada kemasan minyak goreng Anda. Titik asap tinggi pada tiap jenis minyak goreng berbeda. Untuk minyak goreng yang terbuat dari kelapa dan kelapa sawit, titik asap tingginya 230 derajat Celsius. Semakin tinggi semakin bagus, seperti pada minyak goreng dari biji bunga matahari yang memiliki titik asap tinggi 246 derajat Celsius.

5. Panaskan minyak pada temperatur yang tepat

Gunakan termometer khusus untuk mengecek temperatur minyak. Mulai menggoreng ketika temperatur minyak sudah cukup panas (sekitar 180 derajat Celsius) agar proses menggoreng tidak terlalu lama.

6. Jaga kestabilan temperatur minyak selama proses memasak

Temperatur yang tidak stabil meningkatkan risiko penyerapan minyak berlebih. Tidak hanya menambah lemak, tapi gorengan pun jadi basah atau tidak garing. Awasi perubahan temperatur dengan termometer selama proses memasak.

7. Gunakan air soda untuk merendam makanan sebelum digoreng

Selain dicampur pada adonan, air berkarbonasi atau air soda juga bisa digunakan untuk merendam atau mencelupkan makanan sebelum digoreng. Fungsinya sama, yakni mengurangi penyerapan minyak.

8. Tiriskan gorengan di atas kertas serap

Gunakan kertas serap untuk mengalasi gorengan yang baru diangkat selama satu atau dua menit. Dengan cara ini, setiap kelebihan minyak tidak melekat dan meresap ke dalam makanan.